NILAI-NILAI KONSELING ISLAM DALAM TRADISI SELAMETAN PAPAT KIBLAT LIMA PANCER
DOI:
https://doi.org/10.62097/2025/11Keywords:
Slametan Papat Kiblat Lima Pancer, Islamic Counseling, Local WisdomAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai konseling Islam yang terkandung dalam tradisi Slametan Papat Kiblat Lima Pancer serta menjelaskan mekanisme tradisi tersebut sebagai model konseling berbasis komunitas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain etnografi yang dilaksanakan di Desa Boreng, Kecamatan Lumajang, Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dengan informan utama dua tokoh masyarakat dan adat yang memahami serta terlibat langsung dalam pelaksanaan tradisi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi nilai spiritual, sosial, emosional, dan moral dalam praktik slametan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Slametan Papat Kiblat Lima Pancer tidak hanya berfungsi sebagai ritual budaya, tetapi juga sebagai ruang aman bagi regulasi emosi, penguatan dukungan sosial, internalisasi nilai akhlak, serta coping spiritual masyarakat melalui doa kolektif, simbol makanan, dan kebersamaan komunal. Tradisi ini berkontribusi pada kesejahteraan psikososial masyarakat dan memperkuat kohesi sosial di tengah dinamika modernisasi. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kajian konseling Islam berbasis kearifan lokal melalui studi komparatif lintas wilayah dan pendekatan interdisipliner guna memperkaya model konseling indigenous dalam konteks masyarakat Muslim Indonesia.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fahruz Zaman Julianto, Anikmatul Khoiroh, Hayatul Mala (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

